Makalah lansia obesitas

Tidak punya uang Dengan semakin bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan mental akan berkurang secara perlahan-lahan, yang menyebabkan ketidakmampuan tubuh dalam mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya sehingga tidak dapat memberikan penghasilan.

Hal ini terjadi mungkin karena penurunan produksi insulin atau karena respon jaringan terhadp insulin yng menurun. Kunci pencegahan atau penanggulangan perorangan adalah gaya hidup sehat. Bertambahnya usia menyebabkan indra rasa menurun. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder di mulai dengan pengkajian yang seksama terhadap klien dan upaya-upaya untuk mengidentifikasi makalah lansia obesitas masalah gisi.

Disebut obesitas viseral karena penimbunan lemak terjadi di dalam rongga perut abdomentepatnya di sekitar omentum usus viseral. Keadaan ini akan menghasilkan berat badan yang tidak normal atau ideal.

makalah gizi lansia

Menurut dr. Yang mengatur semua hal tersebut adalah polipeptida. Perlu ditekankan disini bahwa pemeriksaan tinggi badan pada lansia dapat memberikan nilai kesalahan yang cukup bermakna oleh karena telah terjadinya osteoporosis pada lansia yang akan berakibat pada kompresi tulang-tulang columna vertebral.

Perubahan pada komposisi dan fungsi tubuh menyebabkan penurunan BMR basal metabolic rate Implikasi praktis pengurangan energi ini: Pembuangan sisa-sia metabolisma protein dan elektolit yang harus dilakukan ginjal akan merupakan beban tersendiri.

Makalah gizi lansia

Hilangnya daya akomodasi. Sementara untuk usia lanjut yang sakit,asupan gizi diperlukan untuk proses penyembuhan dan mencegah agar tidak terjadi komplikasi.

Membatasi konsumsi gula dan minuman yang banyak mengandung gula 5. Saat ini, 1,6 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami berat badan berlebih overweightdan sekurang-kurangnya juta diantaranya mengalami obesitas.

Besarnya Faktor Resiko Obesitas Pada Lansia

Faktor-faktor sosioekonomi, juga penderita penyakit kronis dan polifarmasi, turut berperan terhadap masalah malnutrisi yang actual atau potensial bagi lansia. Penyakit lainnya. Orang yang obesitas, biasanya lebih responsif dibanding orang dengan berat badan normal terhadap isyarat lapar, seperti rasa, bau makanan atau saatnya waktu makan.

Keadaan Gizi Lansia definisi lansia Manusia lanjut usia mereka yang telah berumur 65 tahun ke atas. Dan diperkirakan pada tahun akan menjadi 29 juta orang atau 11,4 persen. Tetapi ternyata kebutuhan tubuhnya akan protein tidak berkurang, bahkan harus lebih tinggi dari orang dewasa, karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen protein oleh tubuh telah berkurang disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien.

Salah satu hal yang dapat menyebabkan gangguan intelektual adalah depresi sehingga perlu dibedakan dengan gangguan intelektual lainnya. Air dan serat Air ini merupakan unsur paling penting di antara semua nutrien dan terdapat baik dalam makanan padat maupun dalam minuman.

Karena itu, harus terus diupayakan konsumsi makanan penuh gizi. Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler. Faktor resiko yang paling utama adalah usia.

Depresi yang tidak terditeksi asupan diet dan malnutrisi. Karena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian diri lansia menjadi buruk.

Sebab-sebab primer meliputi ketidaktahuan isolasi sosial, hidup seorang diri, baru kehilangan pasangan hidup, gangguan fisik, gangguan indrera, gangguan mental, kemiskinan dan iatrogenik. Gerakan menjadi lamban dan kurang lincah Disamping itu, juga terjadi kemunduran kognitif antara lain: Karbohidrat dioksidasi dalam tubuh agar menghasilkan panas dan energy bagi segala bentuk aktivitas tubuh.

Keterlibatan keluarga sangat penting untuk menyediakan nutrisi yang baik di semua lingkungan. Bila jumlah kalori yang dikonsumsi berlebihan, maka sebagian energi akan disimpan berupa lemak, sehingga akan timbul obesitas.

Proses penuaan itu sendiri sebenarnya tidak mengganggu proses penyerapan vitamin pada berbagai tingkatan yang luas.Pada sebagian lansia, ketiadaan bimbingan ini terjadi karena lansia lebih heterogen daripada orang muda dan kurang mampu dalam menghitung kebutuhan nutrisi mereka melalui nomogram.

Kekurangakuratan dan kemudahan untuk memahami informasi dalam membimbing lansia dan para praktisi telah mengarahkan penggunaan statistic apa adanya yang berkaitan dengan status nutrisi lansia. Selesainya makalah ini tidak terlepas dari banyaknya kekurangan-kekurangan pembahasannya dikarenakan oleh berbagai macam faktor keterbatasan waktu waktu, pemikiran dan pengetahuan kami yang terbatas, oleh karena itu untuk kesempernuan makalah ini kami sangat membutuhkan saran-saran dan masukan yang bersifat membangun kepada semua laurallongley.com: Bidanbest.

Obesitas, pola makan yang buruk, kurang olah raga dan usia lanjut mempertinggi risiko DM. Sebagai ilustrasi, sekitar 20% dari lansia berusia 75 tahun menderita DM. Beberapa gejalanya adalah sering haus dan lapar, banyak berkemih, mudah lelah, berat badan terus berkurang, gatal-gatal, mati rasa, dan luka yang lambat laurallongley.com: Bungong Jeumpa.

Lansia yang mengalami IU memiliki kualitas tidur yang tidak baik (%) dan waktu tidur yang singkat (68,75%). Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi IU pada lansia di Panti Werdha Provinsi. Obesitas ialah kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.

Setiap orang membutuhkan lemak tubuh untuk menyimpan energi, penyekat panas, penyerap guncangan, dan. Lansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat-pendapat klise yang jelek terhadap lansia.

Pendapat-pendapat klise itu seperti: lansia lebih senang mempertahankan pendapatnya daripada mendengarkan pendapat orang lain.

Makalah lansia obesitas
Rated 4/5 based on 41 review